Jangan cuek saat mengalami gangguan pencernaan. Kesehatan Anda secara menyeluruh taruhannya.

Bila mengalami masalah pencernaan, sebenarnya ini tak hanya menyebabkan sakit perut, sulit buang air besar, sendawa, mual atau kembung saja. Lebih dari itu, masalah pencernaan bisa memengaruhi kesehatan Anda, mulai dari suasana hati hingga sistem kekebalan tubuh.

“Pencernaan adalah salah satu fungsi fisiologis terpenting dari tubuh,” kata ahli gastroenterologi Ashkan Farhadi, MD.

“Sebagai prasyarat penyerapan, pencernaan menyiapkan makanan untuk diangkut melintasi batas-batas tubuh di usus kita. Tanpa pencernaan, tubuh kita tidak dapat mengakses nutrisi yang kita konsumsi dan kita akan kelaparan.”

Sistem pencernaan adalah kelompok organ yang memecah makanan untuk menyerap nutrisi.

Kemudian, nutrisi tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar untuk menjaga semua sistem tubuh bekerja. Bila ada sisa makanan yang tidak dapat diuraikan, dicerna, atau diserap, akan diproses menjadi feses.

Ada beberapa organ yang merupakan bagian dari sistem pencernaan, yaitu mulut, kerongkongan, perut, usus halus, usus besar, dan anus. Setiap organ memiliki peran dalam memecah makanan dan mengelola bahan limbah.

Oleh karena melibatkan banyak organ, bila ada masalah dalam pencernaan, dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk berdampak pada kesehatan mental.

Berikut beberapa dampak yang bisa disebabkan oleh masalah pencernaan:

Merusak suasana hati

“Kurangnya pencernaan yang baik tidak hanya dapat menyebabkan iritasi, kekurangan energi dan kelemahan, itu dapat memengaruhi suasana hati dan rasa kebahagiaan secara keseluruhan,” kata Ashkan.

Bahkan, penelitian telah menemukan kaitan antara penyakit pencernaan dan gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi.

Memengaruhi kulit wajah

Menurut konsultan nutrisi, Monica Auslander Moreno, usus adalah pintu gerbang ke banyak sistem organ lain, termasuk wajah. “Peradangan dari makanan dengan glikemik tinggi, bahkan susu pada orang yang rentan, dapat menyebabkan peningkatan jerawat.”

Bila Anda memiliki kepekaan terhadap makanan atau intoleransi, seperti celiac, bisaberisiko mendapatkan lesi kulit.

Merusak kepercayaan diri

Masalah pencernaan dapat membuat Anda tidak nyaman secara fisik dan mental.

Dalam sebuah dalam jurnal Neurogastroenterology & Motility, telah ditunjukkan bahwa gejala masalah pencernaan terkait erat dengan rasa percaya, kepercayaan diri, rasa aman soal keuangan, perasaan dicintai, dan rasa kemandirian.

Masalah persendian

Kata Monica, pada orang dengan penyakit autoimun tidak terdiagnosis atau tidak diobati seperti celiac, lupus, multiple sclerosis, dan rheumatoid arthritis, makanan bisa bocor melalui persimpangan usus dan berkontribusi pada peradangan sistemik. Kadang-kadang, rasanya terasa seperti nyeri sendi.

“Jika Anda menduga nyeri sendi, mungkin ini karena penyakit autoimun tidak terdiagnosis. Konsultasikan dengan dokter untuk dilakukan pengujian memadai, kemudian ahli diet untuk membuat protokol diet untuk mengurangi peradangan.”

Melemahkan sistem kekebalan tubuh

Bakteri usus seimbang dapat memengaruhi pencernaan dan metabolisme tubuh. Ketika tubuh memiliki terlalu sedikit atau terlalu banyak bakteri tertentu, dapat menempatkan Anda pada risiko berbagai jenis penyakit.

Menyebabkan stres

Siklus stres dan pencernaan buruk dapat membahayakan kesehatan dan kebahagiaan dari waktu ke waktu. Untuk itu, Anda bisa mulai memperhatikan kesehatan pencernaan untuk mencegah berbagai penyakit.

Jadi, agar terhindar dari masalah pencernaan, Anda bisa mulai menjaga kesehatannya lebih baik lagi.

Menurut konsultan nutrisi Maria Adams, makanlah makanan tinggi serat dan kaya biji-bijian, sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

“Diet tinggi serat membantu menjaga makanan bergerak melalui saluran pencernaan , ini akan mengurangi risiko konstipasi,” kata Maria.

Diet tinggi serat dapat membantu Anda mencegah atau mengobati berbagai kondisi pencernaan, seperti diverticulosis, hemoroid dan sindrom iritasi usus.

Anda perlu membatasi makanan tinggi lemak. “Secara umum, makanan berlemak cenderung memperlambat proses pencernaan, membuat Anda lebih rentan terhadap konstipasi,” kata Adams.

Dalam mengonsumsi makanan berlemak, sebaiknya selalu bersamaan dengan makanan berserat tinggi agar lebih mudah bagi sistem pencernaan. Anda pun disarankan mengonsumsi protein tanpa lemak sebagai bagian dari pola makan sehat. Pilihlah daging tanpa lemak dan tanpa kulit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here