Banyak hal bisa jadi alasan saat kita akan pergi melancong. Baik itu menghabiskan waktu liburan, mengunjungi tempat-tempat baru, mencoba kuliner di suatu daerah, belanja, atau hanya sekedar melepas penat di kota tempat tinggal.

Bagi generasi milenial, alasan perjalanan adalah mencari pasangan.

Perjalanan memang cara terbaik untuk jatuh cinta dengan tempat baru, namun bagi generasi milenial, berada di tempat baru merupakan kesempatan untuk jatuh cinta dengan seseorang. Generasi milenial sendiri merupakan mereka yang lahir pada tahun 1980-an sampai awal tahun 2000, dikutip Lonelyplanet.

Menurut penelitian, satu dari delapan orang dari generasi milenial berharap bertemu dengan jodohnya saat sedang melakukan perjalanan wisata.

Penelitian ini dilakukan oleh Travel Topdeck, berkaitan dengan YouGov, dan survei dilakukan pada 1.158 orang dari generasi milenial di Amerika. Penelitian ini mempelajari bagaimana perjalanan penting bagi kaum milenial, serta harapan untuk menemukan cinta saat berlibur.

Penelitian dilakukan secara online, hasilnya mengungkapkan bahwa satu dari sebelas wisatawan milenial bisa mendapatkan pasangan saat melancong keluar negeri.

Sekitar 37 persen milenial mengungkapkan bahwa mereka telah menyerah pada kencan pada umumnya, dan memilih menabung uang untuk bisa berwisata. Kondisi ini lebih banyak terjadi pada perempuan sebanyak 41 persen dan laki-laki 32 persen.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa semua ini dilakukan demi bisa punya uang lebih banyak agar bisa bertualang pada kesempatan selanjutnya.

Beberapa perempuan milenial berharap bertemu pasangan mereka di perjalanan, dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh yang menarik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here