Dalam sebuah hubungan, wajar bila pasangan mengalami konflik dan kesulitan. Namun, ada kunci untuk membangun hubungan lebih sehat, yaitu dengan memahami berbagai jenis cinta.

Sebab, setiap orang memberi dan menerima cinta secara berbeda.

Orang Yunani kuno mempelajari cinta dan mengkategorikannya dalam delapan tipe yang berbeda, seperti uraian berikut ini:

Agape, cinta tak bersyarat

Agape merupakan cinta yang altruistik atau sukarela, tanpa pamrih, dan tanpa syarat. Beberapa orang akan menggambarkan agape sebagai tipe cinta spiritual.

Orang-orang Yunani berpikir tipe cinta ini cukup radikal, mungkin karena hanya sedikit orang yang tampaknya mampu merasakannya dalam jangka panjang.

Beberapa orang akan menggambarkan agape sebagai tipe cinta spiritual, misalnya, orang Kristen percaya bahwa Yesus menunjukkan kasih semacam ini untuk semua manusia. Dia rela mengorbankan diri sendiri sehingga orang lain bisa terbebas dari dosa-dosa mereka. Dia menderita untuk kebahagiaan orang lain.

Agape merupakan bentuk cinta tertinggi yang diberikan secara bebas tanpa ada keinginan, harapan, atau penilaian.

Eros, cinta erotis

Istilah eros diambil dari nama dewa cinta dan kesuburan Yunani. Oleh karena itu, biasanya dikaitkan dengan cinta romantis, bergairah, dan fisik.

Tipe cinta ini meliputi sensasi gairah dan hasrat seksual.

Orang-orang Yunani sebenarnya cukup takut dengan cinta tipe eros. Mereka berpikir akan mengakibatkan hilangnya kontrol.

Philia, cinta penuh kasih

Orang-orang Yunani mendefinisikan jenis cinta ini sebagai kasih sayang, seperti jenis cinta yang Anda rasakan pada teman-teman. Banyak yang berpikir cinta semacam ini lebih baik daripada eros karena mewakili cinta antara orang-orang yang menganggap diri mereka setara.

Seperti ditulis Psychology Today, philia adalah cinta antara orang yang berbagi niat baik terhadap satu sama lain. Orang Yunani kuno menghargai philia dibandingkan semua jenis cinta lainnya karena merefleksikan perasaan persahabatan yang mendalam, termasuk kesetiaan, berbagi emosi, dan rasa pengorbanan bersama.

Persahabatan yang didirikan atas kebaikan tidak hanya terkait dengan keuntungan bersama tetapi juga dengan persahabatan, ketergantungan, dan kepercayaan.

Philautia, cinta diri sendiri

Philautia adalah cinta diri sendiri. Dalam masyarakat modern, kebanyakan orang mengasosiasikan cinta terhadap diri sendiri dengan menjadi narsis, egois, atau terjebak pada diri mereka sendiri. Namun, ini bukan apa yang dimaksudkan oleh orang Yunani kuno dengan philautia.

Mencintai diri sendiri adalah fondasi untuk mencintai orang lain. Orang yang membenci diri sendiri akan memiliki sedikit cinta untuk diberikan.

Waspadai bentuk negatif dari philautia, yaitu narsisisme, yang didefinisikan oleh obsesi diri, kesia-siaan, dan fokus sempit pada keuntungan pribadi seseorang.

Storge, cinta keluarga

Storge dapat didefinisikan sebagai “cinta yang akrab.” Jenis cinta ini terlihat dan terasa sangat mirip dengan philia atau kasih sayang yang dirasakan di antara teman-teman. Namun, cinta ini lebih kepada cinta orang tua dan anak.

Sama seperti philia, tidak ada ketertarikan fisik atau seksual. Namun, ada ikatan yang kuat, kekeluargaan, dan keakraban di antara orang-orang. Secara lebih luas, storge adalah cinta yang lahir dari keakraban atau ketergantungan, tetapi tidak bergantung pada kualitas pribadi seseorang.

Pragma, cinta abadi

Orang Yunani kuno mendefinisikan pragma sebagai “cinta abadi.” Tipe ini kebalikan dari eros.

Cinta tipe eros cenderung cepat pudar karena gairah dan intensitasnya. Pragma adalah cinta yang telah matang dan berkembang dalam jangka waktu yang lama.

Namun, jenis cinta semacam ini sulit ditemukan, apalagi pada orang yang sering melihat rumput tetangga lebih hijau dan memiliki karakter tidak sabar.

Padahal, pragma hanya butuh pasangan yang pandai kompromi dan sama-sama berusaha untuk berbahagia.

Ludus, cinta yang menyenangkan

Ludus digambarkan pada awal-awal jatuh cinta yang diwarnai perasaan tergila-gila pada pasangan. Anda akan merasakan sensasi kupu-kupu di perut dan perasaan tidak ingin hidup tanpa orang yang dicintai. Ludus membuat orang gembira dan bersemangat.

Ludus adalah cinta yang menyenangkan atau tidak berkomitmen. Hal ini dapat melibatkan kegiatan seperti menggoda dan merayu. Fokusnya adalah pada kesenangan, dan kadang-kadang juga pada penaklukan, tanpa pamrih.

Mania, cinta yang obsesif

Mania merupakan jenis cinta yang dapat menuntun seseorang pada ambang kewarasan, menciptakan kecemburuan, atau bahkan kemarahan. Terjadi karena keseimbangan antara eros dan ludus yang sangat melenceng.

Banyak orang dengan mania memiliki tingkat percaya diri rendah, takut kehilangan orang yang dicintai, kemudian ketakutan ini memaksa untuk melakukan hal-hal gila untuk mempertahankan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here