Selain perlu memikirkan tempat resepsi, gaun pakaian, maupun perlengkapan pernikahan lainnya, kesehatan fisik dan mental pun tetap perlu dijaga sebelum hari pernikahan. Apalagi, pernikahan merupakan sebuah acara sekali dalam seumur hidup.

Kesehatan mental, baik dari diri kita maupun pasangan, penting untuk digali, dibekali, dan dijaga dengan baik.

Dalam proses persiapan, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Begitu pula dengan kehidupan pernikahan yang kita jalani, tentu kita harus memiliki kesehatan mental yang stabil.

Bila kesehatan mental dari salah satu atau kedua belah pihak tidak stabil, maka kita bisa kesulitan menjaga emosi, yang pada akhirnya dapat menimbulkan rasa stres.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mempersiapkan mental kita untuk menuju pernikahan? Simak berikut ini.

1. Belajar mengatur emosi diri
Ingatlah, tidak ada manusia yang sempurna, begitu pula dengan pasangan Anda. Untuk itu, selama masa persiapan menuju pernikahan, Anda perlu saling memahami keinginan dan kebutuhan secara mendalam. Kenali emosi diri Anda dan pasangan agar bisa membantu Anda dalam menyelesaikan konflik.

2. Perkuat komunikasi
Komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam sebuah hubungan asmara. Anda dan pasangan perlu saling komunikasi tentang segala hal, mulai dari masalah yang ada di pikiran Anda, ketakutan Anda, hingga komunikasi melalui sentuhan, seperti senyuman, lelucon, dan belajar mendengarkan satu sama lain. Belajarlah untuk saling menerima dan menghormati satu sama lain agar Anda dan pasangan lebih mudah mengatasi setiap konflik.

3. Belajar untuk berpikir positif
Coba ingat-ingat, apakah selama ini Anda sudah bisa memercayai pasangan? Bila belum, cobalah belajar untuk mengutamakan pikiran positif dan rasa percaya kepada pasangan. Apalagi, dalam rumah tangga kelak, Anda dan pasangan akan dihadapi dengan berbagai permasalahan yang ada. Dengan adanya pikiran positif, Anda dan pasangan bisa sama-sama saling menghargai dan menghormati. Kehidupan pernikahan tidak ada yang sempurna, tetapi selalu harus belajar untuk mengerti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here