Ikan bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan. Selain rasanya lezat, makan ikan secara teratur baik untuk kesehatan.

Indonesia memiliki kekayaan bahari yang luar biasa. Karenanya, makan ikan secara rutin adalah hal yang sangat memungkinkan.

Secara umum, saat mengonsumsi satu porsi ikan, Anda akan mendapatkan asupan nutrisi termasuk kalsium, zat besi, magnesium, mangan, asam lemak omega-3, kalium, protein, fosfor, vitamin A, vitamin B kompleks, dan vitamin D.

American Heart Association (AHA) mencatat ikan adalah sumber protein tanpa kandungan lemak jenuh yang tinggi. AHA merekomendasikan makan dua porsi ikan per minggu, terutama jenis yang memiliki kandungan asam lemak omega-3 lebih tinggi.

Ketika mengonsumsi ikan, Anda akan mendapatkan energi tambahan, mengatur kadar kolesterol, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, mengurangi risiko strok, pernapasan lebih baik, mengobati insomnia, serta meningkatkan kesehatan kulit.

Kemudian, manfaat lain termasuk mempromosikan otot lebih kuat, mengatur cairan tubuh, mengobati kekurangan zat besi, dan mendukung tulang lebih kuat.

Makan ikan secara teratur dapat membantu meningkatkan penglihatan. Kandungan asam omega-3 dalam ikan dapat mencegah kemungkinan degenerasi makula, yang menyebabkan kehilangan penglihatan.

Kalsium dan vitamin D dalam ikan juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Sebaliknya, kekurangan kalsium atau vitamin D dapat menempatkan Anda pada risiko penyakit tulang seperti osteoporosis, rakitis, dan patah tulang.

Bila memiliki masalah pernapasan, mengonsumsi ikan kaya kalium dan vitamin B akan mencegah sistem pernapasan Anda dari berbagai penyakit kronis. Rutin makan ikan pun bisa mengurangi risiko asma pada anak-anak.

Untuk membantu menurunkan berat badan, Anda bisa coba makan ikan tuna, makarel, dan salmon karena memiliki banyak vitamin dan mineral. Ikan termasuk makanan rendah kalori. Anda bisa mengolah ikan dengan cara dikukus atau panggang.

Bahkan, ikan merupakan makanan penting bagi otak. Menurut studi dalam Journal of American Medical Association, konsumsi makanan laut dikaitkan dengan risiko lebih rendah untuk alzheimer.

Hari Ikan Nasional

Agar lebih banyak orang makan ikan, dalam Hari Ikan Nasional (Harkannas) yang dirayakan setiap 21 November, mengajak generasi milenial untuk menumbuhkan rasa cinta makan ikan.

Peringatan Harkannas merupakan momentum bagi pemerintah untuk mengingatkan kesadaran nasional tentang peran penting sektor kelautan dan perikanan dalam pembangunan Indonesia secara menyeluruh baik aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, pangan, pelestarian lingkungan maupun sumber daya manusia.

Ikan memiliki peran penting dan juga strategis dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk dalam bidang ekonomi serta pangan dan gizi untuk masyarakat.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rifky Effendi Hardijanto, mengatakan bahwa tema Harkannas tahun ini ialah ‘Dengan Protein Ikan, Kita Membangun Bangsa.’

“Hal yang membedakan Harkannas tahun ini dengan tahun sebelumnya yaitu kita ingin membangun budaya makan ikan ke arah yang kekinian alias lebih modern. Makanya kami ingin melibatkan kaum milenial untuk terus menggencarkan dan mempromosikan cinta makan ikan,” ujar Rifky, seperti dikutip detikHealth.

Rangkaian acara dalam merayakan Harkannas yaitu peluncuran Seafoof Lover Milenial, Indonesia Seafood Expo (ISE), Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional (LMSI-TN) dan Festival Perikanan Nusantara (FPN) HARKANNAS 2018 diikuti oleh 34 Provinsi.

“Kami ingin gaungkan agar kuliner seafood asli daerah bisa dikenal di penjuru dunia. Kita sebagai salah satu penghasil ikan dunia, tapi makanan yang dikenal dan diakui dunia baru rendang, nasi goreng, sate, gado-gado, soto hampir mayoritas berbahan baku daging. Nah, kami ingin mempromosikan makanan khas seafood nusantara,”pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here