Anda yang tengah merencanakan perjalanan untuk tahun depan, bisa menilik daftar tren wisata 2019 rilisan Lonely Planet.

Uraian berikut ini bisa jadi pengetahuan baru Anda dalam melakukan perjalanan wisata yang lebih menarik dan meninggalkan kesan mendalam:

Menghindari keramaian

Banyak negara telah mengalami overtourism, tingginya angka turis melebihi daya tampung tempat-tempat wisata di negara tersebut.

Mencari destinasi wisata yang tidak terlalu ramai diramalkan bakal menjadi tren penggila jalan-jalan.

Tak dapat dimungkiri, terlalu banyak kunjungan turis berpengaruh tak hanya pada objek wisata, tetapi lingkungan alam, kehidupan warga lokal, pasokan air bersih, hingga artefak budaya pun bisa terkena dampak negatifnya.

Menghindari tempat yang ramai, tak berarti melewatkan tempat-tempat yang menarik.

Sebaliknya, justru bisa jadi kesempatan Anda untuk menjelajahi tempat baru yang masih sepi wisatawan, misalnya, dengan melihat kehidupan masyarakat pedesaan, ikut serta dalam pembuatan kerajinan tangan, atau mengunjungi pantai-pantai yang kurang populer.

Teknologi canggih

Harus diakui bahwa teknologi canggih telah menjadi bagian dari perlengkapan liburan. Dengan adanya virtual reality (VR), memudahkan Anda melihat pemandangan 360 derajat dengan begitu jelas. Hanya dengan koneksi internet, Anda sudah bisa melihat Antartika, Aruba atau bahkan Mars.

Tanpa benar-benar pergi ke luar rumah, dengan VR Anda bisa keliling dunia, mulai dari menjelajahi objek wisata, keliling kota, hingga melihat hotel.

Selain VR, Anda juga bisa pergi ke berbagai tempat wisata dengan AR (augmented reality) yaitu teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi. Lalu, memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Beberapa musuem di dunia telah memanfaatkan teknologi AR untuk memberikan pengalaman yang berbeda, misalnya, Museum Nasional Singapura, Smithsonian National Museum of Naural History di Washington, D.C, Heroes and Legends di Florida, dan Jinsha Site Museum di Chengdu, Tiongkok.

Perjalanan menelusuri jejak leluhur

Menyelisik sejarah dan kehidupan leluhur zaman dahulu bisa menjadi perjalanan yang seru sekaligus menantang.

Namun, sejak awal Anda perlu mengelola ekspektasi. Memang ada orang yang menemukan keluarganya yang telah lama tidak berjumpa, tetapi belum tentu hal ini terjadi pada semua orang, termasuk Anda.

Pada akhir perjalanan, Anda mungkin menemukan informasi baru. Bisa juga Anda malah berakhir dengan lebih banyak pertanyaan daripada saat memulainya.

Tipe perjalanan seperti ini akan memberikan Anda pengalaman baru, meski hasilnya mungkin tidak sesuai, tetaplah menghargai setiap langkah yang telah dijalani.

Menggunakan kendaraan listrik

Kendaraan listrik mulai bermunculan. Kini, saatnya Anda mencoba memanfaatkannya untuk melakukan perjalanan wisata lewat darat. Selain lebih ramah lingkungan, Anda bisa merasakan pengalaman berbeda dengan mengunjungi objek wisata memakai kendaraan listrik.

Melakukan road trip dengan kendaraan listrik, mulailah dengan membuat perencanaan yang matang, mulai dari peta stasiun pengisian daya kendaraan, kapan waktu berhenti, dan mengisi daya. Rencanakan untuk makan siang atau belanja di dekat lokasi pengisian.

Mengingat stasiun pengisi daya masih terbatas, sebaiknya Anda merencanakan dengan baik ke mana saja Anda akan pergi selama road trip. Alih-alih pergi ke daerah pantai atau pegunungan, Anda bisa memilih keliling kota dan menjelajahi objek wisata yang lebih mudah dijangkau, misalnya, museum, galeri, pusat perbelanjaan, atau tempat wisata kuliner.

Melihat bintang

Terkesan sederhana, tapi melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk melihat pemandangan antariksa seperti bintang bisa menjadi pengalaman menyenangkan.

Pada beberapa tempat wisata, Anda bisa menyaksikan keindahan bintang dengan lebih jelas, misalnya, Dieng di Jawa Tengah, Segara Anak di Nusa Tenggara Barat, Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur, Ranu Kumbolo di Jawa Timur, dan Gunung Kidul di Yogyakarta.

Sedangkan untuk di luar negeri, Anda bisa pergi ke Death Valley National Park di California, Big Bend National Park di Texas, Goldendale Observatory di Washington.

Untuk wilayah Asia, Anda bisa memandangi pemandangan bintang di Sabah (Malaysia), Aogashima (Jepang), Doi Chiang Dao (Thailand), dan Ladakh (India).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here